Caraku Menghemat Biaya Tahlilan (Plus Printable To-Do List & Tip)

Biaya tradisi slametan/syukuran orang Jawa nggak sedikit. Untuk tahlilan 40 hari ibuku habis 7.5 juta. Kalau masak sendiri mestinya bisa ditekan sampai separuhnya. Kupilih nggak masak sendiri karena biaya waktunya yang besar. Tenaga untuk masak-masak juga nggak ada. Berikut yang kulakukan untuk menurunkan biaya tahlilan berikutnya tanpa masak sendiri. Bisa diterapkan ke semua acara syukuran dan slametan.

Prinsip Kerja#1: Mulai Dengan Daftar Penerima Berkatan

Kudaftar satu demi satu nama termasuk nama cucu-cucu bapak-ibuku dan ART. Seterperinci itu. Pertimbangkan untuk tidak memasukkan saudara yang bisa kita pastikan nggak bakalan datang dan tetangga yang nggak pernah kelihatan atau yang rumahnya selalu tutupan. Para tetangga yang rumahnya agak jauh, tetangga baru yang nggak kenal bapak-ibuku dan tetangga pengontrak kucoret dari daftar.

Dengan Daftar Penerima Berkatan yang disusun seksama, nggak khawatir berkatan kurang sehingga nggak perlu banyak-banyak nyiapkan berkatan cadangan. Juga nggak bingung mendistribusikannya di hari-H.

Dari pengalamanku, kita nggak bisa kaku dengan Daftar Penerima Berkatan tadi. Harus siap kemasukan nama-nama yang wajib dikasih berkatan di detik-detik terakhir. Berkat daftar nama, aku bisa bikin keputusan cepat: berkatan buat si A yang nggak datang kualihkan untuk si B yang meski nggak datang urun jajan.

TIP: Yang nggak mau ngepaskan jumlah berkatan karena khawatir kurang, bisa pesan 2-3 ekor ayam/bebek goreng. Kalau memang betulan berkatan kurang, jatah keluarga dekat dan tetangga dekat kasihkan tamu. Berkatan untuk orang-orang dekat ini ganti dengan hantaran di piring. Nasi masak sendiri. Lebihkan potongan ayam/bebek per piringnya. Keuntungan cara ini adalah kalau ternyata kekhawatiran kita nggak terbukti, berkatan ternyata cukup, pesanan ekstra tadi bisa buat lauk orang serumah sampai 1-2 hari pasca slametan. Lebih hemat dibanding melebihkan pesanan nasi-jajan kotakan.

Prinsip Kerja#2: Susun Daftar Pengeluaran Dan Tetapkan Anggaran

Kumulai dengan mendaftar pos-pos besar dengan cara merunut kegiatan slametan mulai dari persiapan sebelum hari H, persiapan di hari H, kegiatan selama acara, beres-beres setelah acara dan setelah hari H. Dirunut detil seperti itu jadi kelihatan kalau pos pengeluarannya bukan cuma biaya konsumsi. Nggak masak sendiri pun kita tetap butuh bantuan tenaga untuk bersih-bersih dan cuci piring contohnya. Harus siap dengan pos pengeluaran upah.

Setelah itu bikin sesi brainstorming dengan sepupu yang berpengalaman bikin slametan. Kutambahkan pos-pos yang nggak kepikiran olehku. Kupecah pos-pos besar jadi pos-pos kecil. Kutetapkan anggaran. Kucari alternatif yang lebih murah. Kujajagi pos-pos yang bisa dihilangkan.

Di Tahlilan 1 Tahun bapak-ibuku, berikut pos yang kuhilangkan untuk menekan biaya:

  • Tidak mengundang anak yatim tapi jamaah masjid (menghilangkan pos angpao)
  • Berkatan tanpa suvenir dan minuman botolan
  • Bersih-bersih dan cuci piring dikerjakan ramai-ramai olehku, suami dan rombongan saudara yang pulang belakangan (menghilangkan pos upah untuk rewang)

TOP TIP: Kuncinya adalah merencanakan semua pengeluaran. Makin banyak pengeluaran tidak terduga atau yang baru kepikiran di hari-H, makin sulit juga menekan biaya slametan. Merunut rangkaian kegiatan sebelum, selama dan sesudah slametan meminimalkan pengeluaran-pengeluaran seperti itu.

Prinsip Kerja#3: Mengkoordinasi Sumbangan Dan Urunan

Kurasa ini umum di masyarakat kita: keluarga besar bahkan tetangga ikut urun dalam berbagai bentuk. Supaya urunan dari sana-sini ini bisa betulan mengurangi biaya, jangan sungkan mengkoordinasikannya. Berbekal Daftar Pos Pengeluaran tadi, kubagi-bagi tugas pengadaan kebutuhan slametan dengan memperhatikan kebiasaan urunan masing-masing orang.

Adikku perempuan yang nggak suka merupakan uangnya dalam bentuk nasi dan jajan kotakan kuserahi pos suvenir dan pos angpao buat anak yatim dan pemimpin tahlil. Sepupu yang suka masak besar dan selalu urun bahan masakan kuserahi pos makan siang-es-camilan untuk rombongan saudara dari kampung. Rombongan saudara dari kampung yang pasti bawa jajan atau buah kuserahi pos jajan-buah suguhan. Aku dan adikku laki yang lebih suka urun uang ngambil pos nasi dan jajan kotakan untuk berkatan.

TIP: Urunan berupa gula, minyak dan mie bisa diuangkan. Itu yang kulakukan di tahlilan 40 hari ibuku. Setelah saudara/orang dekat yang rewang masing-masing kukasih 2 liter minyak dan 3 kg gula, berkilo-kilo gula, minyak dan mie yang terkumpul selama tahlilan 1 sampai 7 hari kuserahkan sepupu untuk dijual di kampung dengan harga di bawah harga pasar. Aku minta uangnya diserahkan pada saat tahlilan 40 hari. Terkumpul 750 ribu.

Prinsip Kerja#4: Belanja Jajanan Dan Buah Suguhan 2-3 Jam Sebelum Acara Dimulai

Tunda belanja jajan dan minuman suguhan. Tunggu sampai semua urunan jajan dan air mineral masuk. Kalau acaranya Ba’da maghrib, jam 5 sore mestinya sudah kita terima semua. Takut kemepetan? Kalau jarak antara rumah dengan penjual buah, gorengan, roti, segala macam jajanan hanya hitungan menit bersepeda motor, nggak perlu takut.

TIP: Siapkan Daftar Suguhan jauh-jauh hari. Satu, supaya belanjanya bisa kita delegasikan. Dua, untuk menghindari asal beli jajan karena terburu-buru. Buat daftar yang meng-cover berbagai selera:

  1. Jajanan gurih seperti Lemper
  2. Jajanan manis seperti Pukis
  3. Roti-rotian seperti Roti Gulung
  4. Buah seperti Semangka
  5. Gorengan seperti Tahu Sutra
  6. Jajanan renyah seperti kripik-kripikan

Untuk jumlah undangan kurang dari 100 orang beli dalam kuantitas yang sekiranya pantas ngisi 2-3 piring atau toples. Pilih jajanan yang bisa dibeli di sekitar rumah supaya belanjanya nggak makan waktu lebih dari satu jam. Kusarankan pakai piring saji yang lebar atau lonjong itu. Kalau toples, pakai toples beling atau plastik yang ukurannya agak besar. Lebih menggugah selera dibanding piring makan dan toples ukuran standar meja tamu.

Setelah semua urunan masuk, cross-check daftar tadi dengan jajan urunan. Kalau ada yang nyumbang donat, jangan lagi beli jajanan manis. Kalau semua urun jajan pasar, beli roti-rotian.

Belanja di jam-jam terakhir bukan cuma bisa bantu-bantu menekan biaya tahlilan tapi juga memastikan suguhan kita menggugah selera tamu undangan yang pastinya beda-beda.

TIP: Siapkan kotak jajan kosongan atau tas plastik warna-warni. Kalau jajan urunan dari sana-sini sangat banyak atau banyak yang nggak kemakan, bikin paketan jajan ekstra untuk dibawa pulang para tamu atau khususkan untuk para saudara yang biasanya pulang belakangan.

TOP TIP: Sebetulnya yang justru paling bisa bikin suguhan kita habis diserbu tamu undangan adalah kalau macamnya sedikit, bukan rupa-rupa sebagaimana yang dilazimkan. Saranku nggak lebih dari 2 macam: buah dan gorengan atau buah dan jajanan gurih. Yang harus ada itu buah. Satu macam buah cukup. Aturan emasnya: macamnya sedikit tapi jumlahnya banyak (piring terlihat penuh) lebih menggugah selera dibanding macamnya banyak tapi masing-masingnya sedikit-sedikit.

Prinsip Kerja#5: Menggabung Dua Slametan

Memang nggak bisa diterapkan di semua orang dan situasi. Tapi kalau memang bisa, lakukan. Mungkin pindahan rumah dengan lahiran atau sunatan dengan khataman. Nggak usah nuruti hitungan-hitungan hari orang jawa. Telat nggak apa. Fokuslah di nilai sedekahnya. Kalau kita bisa melampaui ekspektasi, orang mikir dua kali untuk ikut ngatur, menghakimi atau berkomentar.

Aku menggabungkan tahlilan 1000 hari bapak dan ibuku. Orang tuaku meninggal di tahun yang sama. Selisih 18 minggu. Kucari bulan tengah antara meninggalnya Ayah dan meninggalnya Bunda. Kupilih hari Minggu. Keluarga besar dari pihak ibuku dan orang-orang dari kampung ibuku yang ribut tapi nggak ada yang berani ngomong di depanku atau adik-adikku.

TOP TIP: Untuk mengelola mulut nyinyir karena nyalahi pakem slametan/syukuran orang Jawa, ekstra lah di empat elemen syukuran berikut:

Ekstra#1: Suvenir Dan Kemasannya

Sebisa mungkin siapkan suvenir tapi hindari yang sudah terlalu biasa seperti Yasin untuk tahlilan. Adikku perempuan beli sarung dalam warna-warna nggak umum seperti semu merah muda, hijau pupus dan ungu muda. Untuk anak yatim dikemas dalam kotak tebal cantik yang pantas untuk seserahan, untuk saudara dalam paperbag tebal cantik bermotif sama. Nggak harus suvenir mahal. Suvenir murah 10 ribuan bisa asal kemasannya manis. Contoh-contoh suvenir murah-meriah tapi dikemas manis bisa dilihat di postinganku tentang suvenir nggak biasa.

Ekstra#2: Isi Tas Berkatan

Pilih nasi dan jajan beli dari spesialis nasi tertentu dan jajan tertentu. Kalau pesan nasi kotakan, hindari menu dan jajan yang sudah sangat biasa.

Pernah kukonsultasikan dengan pengasuh panti soal ini. Anak-anak bosan dengan nasi kotakan standar. Mereka suka Nasi Bebek dan Nasi Ayam Bu Hendi yang marung dekat rumah ibuku. Nggak cuma anak yatim. Adikku beli Nasi Ayam Bu Hendi itu untuk tambahan di tahlil 40 hari ibuku. Saudara-saudaraku dari kampung pada milih nasi itu timbang nasi kotakan standar yang kupesan.

Untuk jajan kotakan, kucarikan roti yang bisa tahan sampai 2-3 hari. Bukan jajan standar seperti Lemper dan Kue Sus yang harus segera dimakan. Kupilih roti yang nggak biasa di lingkungan perumahan kami: Roti Bludder dari spesialis roti bludder di Gresik. Dikirim sudah dalam kotaknya. Kupilih yang ukuran besar jadi jajannya cukup satu macam itu saja.

TIP: Makin hari berkatan keringan makin populer. Di lingkungan kelas bawah biasanya meski keringan isinya tetap makanan dan minuman. Kalau ingin berkatan keringan kita tampil istimewa, pakai tema untuk menentukan isi berkatan. Lalu hindari mengemasnya dalam plastik atau tas berkatan biasa. Usahakan wadahnya adalah salah satu dari isi berkatan, bisa dipakai berulang, bukan sekedar kemasan sekali pakai buang. Lebih jauh soal ini termasuk ide-ide temanya bisa dibaca di 5 Ide Dasar Berkatan Keringan (Plus Printable Ide Barang)

Ekstra#3: Buah Suguhan

Adikku beli anggur merah dan hijau untuk melengkapi semangka buat suguhan piringan. Buah-buahan ini yang diserbu tamu. Mungkin karena warnanya lebih menarik daripada warna jajanan. Anak-anak yatim pada ngambil anggur untuk dibawa pulang.

TIP: Sajikan buah relatif mahal seperti apel, pir atau jeruk sunkist dalam bentuk irisan. Kasih perasan jeruk nipis supaya warnanya nggak berubah kecoklatan. Dengan cara ini piring terlihat penuh dengan kuantitas beli lebih sedikit dibanding kalau disajikan utuh.

Ekstra#4: “Imam” Acara

Harus ada yang mimpin acara. Bedakan dengan emcee. Karena kami sekeluarga punya hubungan sangat baik dengan anak-anak yatim dan pengelola panti asuhan depan rumah, tiap kali kami mengundang mereka untuk syukuran, semua anak panti dikerahkan. Sebisa mungkin pengasuh panti sendiri yang turun memimpin. Pak Dimas sangat fasih dan disegani di lingkungan kami. Selalu beliau sempatkan ceramah sebentar. Doanya mantap. Tahlilan untuk bapak-ibuku jadinya bukan sekedar acara ngebut baca Yasin. Kami semua mendadak diingatkan akan kedua mendiang, kebaikan mereka semasa hidup. Sungguh-sungguh mendoakan. Cari pemimpin acara yang seperti Pak Dimas.

image
Almarhum Ayah yang orang Aceh tapi mewanti-wantiku bikin rangkaian tahlilan orang Jawa untuknya dan ibuku sepeninggal mereka.

Sebagai IRT baiknya belajar mengorganisasi event rumahan seperti slametan dengan prinsip low cost high output dari sekarang. Itu satu keahlian yang sangat membantu keuangan rumah tangga.

Sudah kubuatkan To-Do List Slametan Berkesan yang bisa di-print. Dengan sedikit penyesuaian bisa diterapkan di acara rumahan lain seperti arisan atau buka puasa bersama yang jumlah undangannya 100-an orang. Kalau makan-makannya disajikan secara prasmanan, baca postinganku tentang menyiasati tampilan meja prasmanan untuk nambah nilai istimewanya tanpa perlu menyewa jasa catering.

2 Comments Add yours

  1. mona says:

    Makasi mbak tipsnya… Suatu saat pasti berguna buatku. Jadi ingat, ibuku nggak pinter masak tp pinter kalo urusan jadi EO selametan/arisan/ pengajian
    Kebalikannya ibu mertua pintar masak tp tiap acara selametan waktunya habis buat di dapur ngurusi berkat, dan esensi acaranya jadi hilang…

    1. Rinda Sukma says:

      Aku deh yg makasih deh, Mbak Mona. Senang sekali hatiku kalau ada yg bilang tulisanku berguna..

      Kulihat kebanyakan IRT sibuk nunjukkan betapa hebatnya dirinya di dapur, menghabiskan banyak sekali waktu dan energi buat masak/bikin kue, jadi abai sama yg lain termasuk yg lebih penting dari masak dan makan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s