5 Ide Dasar Berkatan Keringan (Plus Printable Ide Barang)

Sedekah makanan menurutku lebih berkah daripada sedekah barang. Kalau berkatannya dimakan. Nah, itu dia. Di lingkungan kelas menengah kota, berkatan nasi-jajan lebih beresiko mubazir daripada berkatan keringan. Yang kulakukan agar berkatan nasi-jajan yang kubagi nggak mubazir bisa dibaca di Caraku Menghemat Biaya Tahlilan.

Sah-sah aja mengartikan “keringan” sebagai bahan mentahnya nasi-jajan kotakan. Aku pernah dapat beras 5 kg. Ada yang ngasih minyak goreng, gula dan kopi. Masalahnya, pertama, keringan yang seperti itu harus berani di modal. Secara nominal harus melebihi berkatan basahan. Kedua, berkatan keringan harafiah seperti itu bukan untuk lingkungan kelas menengah kota. Nilai tambahnya nggak ada.

Demi dapat nilai tambahnya itu, harus putar otak cari ide berkatan keringan yang nominalnya nggak jauh dengan berkatan nasi-jajan –30-40 ribuan– tapi yang bisa bikin para penerima berkatan keringan kita ini merasa diistimewakan.

Empat Top Tip ngangkat nilai berkatan keringan:

Top Tip#1: Berkatan Keringan Adalah Sebuah Paket Barang

Bedakan dengan suvenir yang cukup dengan satu barang kecil. Gantungan kunci seribuan buatan RRC pun bisa asal dikemas manis. Berkatan keringan baiknya terdiri dari beberapa barang yang dimasukkan dalam sebuah wadah.

Top Tip#2: Bintangnya Berkatan Keringan Adalah Wadah Dan Perpaduan Warnanya

Orang menilai dengan mata. Yang pertama ketangkap mata adalah wadahnya dan warnanya. Jadikan wadahnya bagian utama dari berkatan. Pilih:

  • Tas
  • Kantong
  • Kotak
  • Keranjang
  • Pouch
  • Toples
  • Mangkok
  • Kaleng

yang nggak akan dibuang sama penerima karena bagus, kuat, bisa dipakai untuk keperluan lain. Batasi warna barang-barang isi berkatan. Kalau bisa satu warna. Bedakan warna wadah. Pilih yang menonjolkan warna barang isi.

Top Tip#3: Pakai Rumus ‘Biasa + Nggak Biasa’

Demi menekan biaya tanpa ngasih kesan pelit, pakai strategi unda-undi. Kalau wadahnya biasa, maka isi dengan barang-barang nggak biasa, yang agak susah nemunya di Indomaret. Kalau toh dijual di Indomaret, cari yang agak mahal atau yang iklannya nggak semliwer di TV. Kalau isinya biasa, barang sehari-hari yang gampang dapatnya, maka pilih wadah yang sedikit mahal. Kalau dana kita terbatas jadi wadah dan isinya sama-sama biasa, maka presentasinya yang dibuat nggak biasa.

Top Tip#4: Setia di warna-warna mahal

Khususnya untuk warna wadah, bungkus dan hiasan. Di barang semahal apapun, warna-warna neon tetap ngasih kesan murahan. Di barang semurah apapun, warna emas/putih/hitam ngasih kesan mahal. Utamakan warna polosan. Kalau memilih yang bermotif/bercorak, batasi diri di motif polkadot, garis-garis atau kembang-kembang. Pilih yang motifnya kecil-kecil.

Warna Mahal I: putih, hitam, coklat, emas
Warna Mahal II: putih, off white, cream, semu abu-abu dengan sentuhan emas, perak metal atau tembaga
Sepupunya warna mahal II: warna-warna muda yang nyaris nggak kelihatan seperti baby blue, soft pink, ungu muda, kuning pucat dengan aksen emas.

5 Ide Dasar Berkatan Keringan

Goodie Bag

Karena wadahnya tas, tertutup, nggak perlu ekstra perhatian di pemilihan warna. Bisa diisi dengan barang-barang kecil murah meriah tapi sebisa mungkin antar barang ada benang merahnya. Jangan asal masuk.

TIP#1: Kalau pakai tas berbahan murah, biarkan polos. Kalau toh disablon, jangan disablon dengan nama kita atau tanggal-tujuan slametan/syukurannya. Lebih baik kasih sablonan kata-kata yang bermakna bagi si penerima berkatan. Contoh: “Si Saleh & Si Shaliha” untuk berkatan tingkeban, lahiran, turun tanah, sunatan dan nikahan atau “Ahli Sunnah” untuk berkatan tahlilan atau “Tetangga Idaman” untuk slametan rumah baru. Pilih font kaligrafi (tulisan bersambung). Tampilannya elegan.

TIP#2: Tas kertas coklat polos, meski harganya paling murah, justru yang paling gampang dibuat tampil istimewa dibanding tas kertas warna lain apalagi yang bermotif. Cukup dengan tag.

TIP#3: Yang paling bagus tetap tas fungsional seperti tas ibu-ibu dari bahan kanvas/kain/plastik, tas traveling ukuran kecil, keranjang belanjaan dari bahan anyaman dll. Kalau tasnya sudah sangat representatif, nggak perlu sungkan mengisinya hanya dengan satu item. Sesuaikan ukuran item pengisi dengan ukuran tasnya. Keranjang belanjaan misalnya, isi dengan Coca-Cola 2 literan. Tas tangan ukuran kecil isi dengan Coca-Cola botolan paling kecil.

TIP#4: Variasikan ukuran barang isi. Kalau barang kecil-printhilannya banyak, imbangi dengan minimal satu barang yang ukurannya besar atau 2-3 barang berukuran tanggung. Besar-besar semua nggak apa tapi jangan kecil-kecil semua.

Kalau item isi kecil-kecil, harus rupa-rupa. Meski kecil-kecil semua tetap variasikan ukurannya. Nilai istimewanya ditentukan sama tebal-nggaknya “benang merah” antar item.
Tas kertas coklat seperti ini paling gampang diistimewakan. Cukup dengan pita, tag atau kertas doily.
Kalau tasnya sudah sangat representatif, “kelihatan mata”, diisi dengan satu item pun nggak apa. Pastikan saja ukuran item isi seimbang dengan tasnya.

Gift Box

Yang paling dekat dengan berkatan basahan yang ini. Jadi kalau mau cari aman, tetap gunakan kotak kertas sebagai wadah berkatan keringan kita.

TIP#1: Kotaknya harus lebih tebal-kokoh dibanding kotak nasi-jajan berkatan standar yang warna putih itu. Boleh sama warna putihnya tapi harus lebih tebal dan lebih kokoh. Yang sekiranya sayang dibuang.

TIP#2: Baiknya yang tutupnya berplastik jadi orang bisa langsung lihat isinya. Kotak seperti ini paling pas untuk item-item istimewa yang meski murah sulit didapat. Boleh diisi rupa-rupa biskuit atau rupa-rupa coklat murah-meriah yang banyak dijual di supermarket tapi supermarket di Kuala Lumpur sana.

TIP#3: Kalau isinya merk-merk yang gampang didapat:

Satu: Pakai kotak tertutup.

Dua: Alasi kotak dengan kertas filler. Yang bikin ‘wah’ itu kertas fillernya. Samakan warna filler dengan warna kotak untuk menonjolkan isinya. Bisa bikin sendiri dengan gunting tapi butuh waktu lama. Ada mesinnya; paper shredder. Yang mini –jadi harganya lebih murah– ada dijual di Shopee.

Tiga: Warna barang lebih penting daripada jenis barangnya, merknya atau harganya. Pilih yang warnanya kontras dengan warna kotak+fillernya dan pastikan semua barang satu warna. Acak nggak ada benang merahnya nggak apa, asal satu warna.

Pakai kotak yang lebih tebal atau kokoh daripada kotak nasi dan jajan standar.
Yang paling bagus kotak yang tutupnya plastik jadi isinya langsung kelihatan. Ekstra lah di pemilihan warna item isi.
Kertas filler –potongan kertas panjang-panjang yang jadi alas– sifatnya wajib. Dengan bantuan kertas filler kotak nampak penuh dengan 3-4 item saja.
Contoh lain yang menegaskan besarnya peran kertas filler dalam mengangkat isi. Samakan warna kotak dan kertas fillernya, kontraskan dengan warna barangnya.
Samakan warna barang isi. Setia di warna-warna mahal. Kalau bisa dapat barang-barang satu warna, meski barangnya acak, nggak ada benang merahnya, tetap terlihat bagus.
Shredded paper paling bagus untuk filler. Tapi kalau susah dapatnya, bisa diganti dengan kertas minyak. Nggak perlu di-shred. Dijejalkan gitu aja di kotaknya.

Gift Basket

Kalau pikiran nggak disiksa dengan ‘Pantes nggak ya? Pantes nggak ya??’, pakai ide dasar ini. Konsep gift basket nggak sibuk di hiasan. Yang dicari itu kepraktisan dan kemanfaatannya. Wadahnya juga nggak harus keranjang anyaman atau plastik. Wadah apapun bisa. Tas plastik sekalipun meski aku tidak menganjurkannya. Kuncinya cuma satu: pilih barang awet yang semua orang dari kelas sosial-ekonomi apapun pasti butuh. Aku nggak tahu kenapa, aku merasa konsep gift basket sebaiknya diisi barang-barang yang bukan makanan dan minuman siap makan. Lebih baik tepung terigu, mentega, SKM dan spatula yang diwadahkan dalam mangkok plastik besar buat bikin adonan kue atau roti.

TIP#1: Barang isinya banyak. Lebih dari 3 item. Makin banyak, makin bagus.

TIP#2: Pilih barang-barang yang sekiranya diperlukan untuk satu macam kegiatan. Kegiatan mandi misal. Kita butuh sabun, shampoo, odol, sikat gigi dan handuk. Kalau merasa nggak pantes ngasih barang sehari-hari seperti itu, pilih produk spesialis. Contoh: sabun khusus wajah, shampoo tanpa bahan kimia, odol untuk gigi sensitif, obat kumur non-alkohol. Lebih bagus kalau dilengkapi satu alat seperti alat menggosok punggung atau shower puff.

Yang paling aman memang barang-barang rumah tangga. Kasih lengkap. Produk pembersih misalnya: deterjen, pewangi cucian, pewangi setrikaan, sabun cuci piring dan cairan pel. Yang kemasan refill ukuran kecil nggak apa, asal lengkap. Bumbu dapur misalnya: garam, merica, penyedap, kecap, saos-saosan dan tepung bumbu.

TIP#3: Kalau anggaran per pax-nya nggak cukup untuk paket lengkap, bisa dengan 3 macam barang saja. Variasikan ukuran barangnya. Hindari barang kecil seperti sikat gigi, odol dan merica meski dari segi harga lebih mahal. Sesuaikan ukuran wadahnya supaya terlihat penuh.

Konsep gift basket butuh barang isian yang secara ukuran kelihatan mata. Konsep ini bukan untuk barang-barang kecil murah-meriah.

Paket Mini “Bebikinan”

Pendeknya ini paket yang isinya bahan+alat untuk membuat sesuatu. Yang paling umum adalah bahan+alat untuk membuat kue tertentu, makanan tertentu atau minuman tertentu termasuk resepnya. Tapi nggak terbatas di tiga itu. Bisa juga bahan+alat+instruksi bertanam sayur atau membuat kerajinan tangan tertentu seperti gelang.

TIP: Kesan bagus-mahal berkatan yang memakai konsep gift basket bukan di presentasinya. Hiasan nggak penting. Nilainya ada di bobot informasinya. Semua orang tahu mi instan tapi nggak semua orang tahu cara mengistimewakan mi instan. Dari situ kita bisa siapkan berkatan yang isinya panci kecil atau mangkok + mi instan + telur/sosis Champ/penthol Vida + resep rahasia mi instan istimewa.

Kuncinya di pengalaman yang diciptakan oleh resep atau instruksinya, bukan di item per itemnya.

Bila Anggaran Sangat Mepet

Pastinya nggak bisa ekstra di wadah. Harus mengandalkan kantong plastik yang harganya paling murah.

TIP#1: Hindari plastik berupa tas. Termasuk tas jinjing plastik ukuran kecil warna-warni yang baiknya dipakai hanya bila penerima berkatan kita anak-anak kecil. Pilih kantong plastik transparan yang biasa dipakai mengemas baju. Makin lebar makin baik. Masukkan kertas tebal cantik ke dalam plastik untuk memastikan bentuk plastik tidak berubah.

TIP#2: Untuk isinya, pilih barang-barang tidak bervolume, tipis atau rata, seperti produk sachetan. Kesan mahal-bagus presentasi yang seperti ini sangat ditentukan oleh pilihan barang dan perpaduan warna. Cari paling tidak 3 item dalam warna sama. Pastikan ada benang merah antar ke-3 item itu. Contoh: 3 produk Richeese atau notebook-bulpen-gantungan kunci. Lalu kontraskan warna item dengan warna alas kertasnya untuk menonjolkan barang. Kalau perlu tempel barang ke kertas alasnya dengan selotip bolak-balik supaya posisinya nggak geser. Langkah-langkah pengemasan dengan plastik seperti ini kuurai detil di Bungkus Permen Coklat: Tutorial.

TIP#3: Kasih sentuhan akhir pita dan tali. Buat paling tidak 3 lapis: pita besar, pita kecil lalu terakhir tali. Makin berlapis-lapis pita, tali dan hiasannya, makin mewah juga tampilannya secara keseluruhan. Efek mewahnya dramatis. Layering yang memanfaatkan bahan-bahan sisa dan sampah kuomongkan detil di Bungkus Kado Kertas Nasi Bungkus: Tutorial.

Makin lebar plastiknya, makin kokoh kertas alasnya, makin mapan posisi barang isi, makin bagus.

Pertimbangkan baik-baik keputusan mengganti berkatan nasi-jajan dengan berkatan keringan. Motifnya harusnya lebih dari sekedar karena nggak mau repot.

Di lingkungan tetanggaku di kota kecamatan Pacet yang lauk ayam dan roti-rotian tergolong mewah, berkatan basahan tentu lebih baik. Atas alasan yang sama, di lingkungan tetangga adikku yang rumahnya di salah satu kawasan elit di Surabaya, daging sapi jadi lauk sehari-hari, berkatan keringan tentu lebih baik. Atau di saat musim ramai nasi-jajan kotakan yaitu bulan puasa, berkatan keringan tentu lebih baik.

Jangan patuh-tunduk sama pakem yang nggak jelas siapa yang bikin, nggak jelas asal-mulanya, nggak jelas tujuannya apa. Atau mungkin ada tujuannya tapi tujuan itu sudah nggak relevan lagi sekarang.

Kalau kita sudah tahu orang bosan dengan menu nasi kotak Ayam Bumbu Bali, Sambel Goreng Ati, Mi Goreng, Telur Rebus, Acar, Krupuk udang dan Pisang Ambon, ya ganti menunya. Ada orang-orang yang menilai Nasi Putih, Tumis Kangkung dan Ayam Goreng Lengkuas nggak pantas untuk menu berkatan. Ingat-ingat aja nilai sedekah berkatan kita bukan di pantas-nggak pantasnya tapi kemakan-nggak kemakannya. Kalau bisa kita pastikan nasi-jajan kotakan “nggak laku” di lingkungan tetangga kita, jangan ngotot bagi-bagi berkatan basahan meski berkatan keringan terasa ganjil, nggak pantas, di lingkungan keluarga kita.

Sudah kubuatkan daftar ide berkatan keringan <40 ribu. Di bawah 40 ribunya masih harus ku-cross check lagi. Aku pakai hitung-hitungan kasar waktu bikin daftar itu.

Setialah di kemanfaatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s