10 Tip Mengatur Menu Dan Mengelola Isi Kulkas Selama Pandemi

Yang bikin urusan masak jadi rumit selama pandemi salah satunya berakar di nggak bisa belanja sesering biasanya. Kita semua dipaksa menghasilkan masakan-jajanan dari apa yang ada di rumah. Di sini akan kubagi 10 tip mengatur menu dan mengelola isi kulkas yang bisa bantu-bantu mengurangi stres selama wabah.

10 tip berikut tidak berhubungan dengan bahan-bahan apa yang harus distok. Kalau sangat bingung harus nyetok apa, tentukan dulu 5-10 masakan yang selama ini paling sering kita masak. Lebih bagus kalau bahan-bahannya sama dan bisa disimpan di freezer. Hindari nyetok sebelum menentukan 5-10 masakan kunci ini tadi. Meski kulkas penuh, kalau nyetoknya acak, tiap hari pasti bingung harus masak apa.

Lalu pastikan kita punya stok bahan utk tiga kategori, yaitu: teman makan nasi, penunda lapar dan treat.

Yang kumaksud ‘treat’ adalah semua yg bikin hari terasa istimewa selain nasi dan temannya yaitu jajanan, buah dan minuman. Saat stres, makan bukan cuma demi bertahan hidup tapi juga demi mengalihkan pikiran. Kalau yg kita perhitungkan hanya sembako-lauk-sayur, bingung kita ngatur irama dapur.

Berikut 10 tip yang akan menyederhanakan urusan masak dan makan selama pandemi.

Tip#1: Kuasai paling sedikit dua resep Nasi Goreng yang rasa dan tampilannya sangat berbeda

Tiap makan ganti menu bukan untuk masa wabah seperti sekarang ini. Tapi sehari makan tiga kali dengan menu yang sama bikin nggak nafsu makan. Siapkan satu menu untuk sarapan, satu menu untuk makan siang sekaligus makan malam. Atau satu menu untuk sarapan sekaligus makan siang, satu menu untuk makan malam (lihat Tip#2 dan Tip#7).

Nasi Goreng bikin satu telur cukup buat sekeluarga. Juga bikin bahan-bahan sisa tampil istimewa. Menguasai paling sedikit dua resep supaya keluarga nggak bosan nasi goreng lagi nasi goreng lagi. Salah satu kunci men-stretch isi kulkas adalah mengulang-ulang olahan nasi.

Top-Tip: Nggak harus jadi master chef pernasigorengan. Pastikan saja tampilannya menarik. Anak-anak biasanya sudah senang disuguhi Nasi Goreng berbumbu mentega dan rajangan bawang merah-putih yang dicampuri irisan sosis atau irisan Telur Dadar (tampilannya lebih istimewa daripada Telur Orak-Arik) atau ditemani Nugget Ayam.

Tip#2: Kuasai paling sedikit dua resep Nasi Sambal

Kunci lain men-stretch isi kulkas adalah paham betul masakan sederhana, yang bahannya gampang didapat, yang bikin sekeluarga nambah-nambah nasi. Sambal itu ciptaan kulinernya orang Indonesia. Tiap daerah punya. Nah, Nasi Sambal bisa dibilang menu nikmatnya orang Indonesia. Meski lauknya cuma Telur Dadar atau Tahu-Tempe goreng atau bahkan Ikan Asin, asal nasinya anget, sambelnya anget, ada lalapan dedaunan atau timun/terong, dah berasa di surga dunia.

Tip#3: Seringkan masak olahan nasi

Semua masakan berbahan utama beras adalah bintang selama wabah karena beras murah, mengenyangkan, umur penyimpanannya panjang; Nasi kuning, Nasi Liwet, Nasi Uduk, Nasi Lemak, Nasi Gurih termasuk Bubur Ayam. Lauk pendampingnya nggak usah lengkap seperti hari-hari biasa. Toh rasa enak di semua olahan beras pada hakikatnya ada di jenis berasnya, takaran santan/kaldunya dan bumbunya, bukan di lauk pendampingnya.

Top-Tip: Bubur Ayam, meski cuma didampingi taburan bawang goreng, kalau berasnya pulen, dimasak dengan kaldu ayam asli, berasnya direndam dulu semalaman, tetap lebih enak dibanding Bubur Ayam dari beras premium yang dibubur dengan kaldu blok, berasnya nggak direndam semalaman, meskipun lauk pendampingnya lengkap, suwiran ayamnya semangkok sendiri.

Tip#4: Dulukan masakan berkuah dan masakan berbahan utama lebih dari satu

Kuah dan bahan utama lebih dari satu menambah volume. Dengan kata lain: bikin masakan jadi banyak. Ini alasan Soto dan Rawon jadi masakan standar hajatan di masyarakat Jawa.

Dulukan Bobor Kangkung (kangkung berkuah santan encer) daripada Tumis Kangkung atau Plecing Kangkung kecuali kalau kita punya kebun kangkung sendiri. Kalau pingin sekali makan Tumis Kangkung, tambah kecambah supaya jadinya lebih banyak. Lontong Sayur dari satu biji manisa, sekeping tahu, sekeping tempe, 3 bawang merah, 1 bawang putih, 5-10 biji cabe rawit-cabe merah-cabe hijau, waktu ngiris-ngiris perasaan jadinya nanti sedikit, tapi begitu ketambahan air dan santan, kaget sendiri kita.

Top-Tip: Berlakukan ini khususnya utk protein hewani. Kalau bikin Semur Daging, tambah tahu. Dulukan Sambel Goreng Ati yang dicampur kentang daripada Rempelo-Ati Goreng.

Tip#5: Olah bahan dalam potongan kecil, tipis atau suwir

Cara men-stretch lauk dan sayur: potong kecil, tipis atau suwir. Ayam Kecap dari paha ayam yang disuwir cukup untuk lebih banyak orang dibanding kalau diolah dalam bentuk drumstick meskipun berat daging ayamnya sama. Begitu juga dengan Empal Daging. Rendam dalam bumbu lalu goreng dalam bentuk suwir. Campur dengan bawang goreng waktu disimpan. Atau di-Rendang Sunda yang dagingnya juga disuwir-suwir tapi di tengah proses pemasakan.

Tip#6: Gunakan kaldu asli utk masakan berkuah

Ambil kaldu daging, ayam, udang dan ikan untuk masakan lain. Kaldu bikin tahu, tempe, sayuran jadi istimewa.

Top Tip: kulit dan kepala udang jangan dibuang. Rebus (airnya jangan banyak-banyak, asal terendam) sambil ditekan-tekan (dg ulekan atau alat lain). Air kaldunya itu aja bisa menggantikan udang.

Daging dan ayam yang “diperas” kaldunya, rasa juicy-nya memang berkurang banyak. Terasa “kering”. Terasa sekali kalau dibakar atau dipanggang seperti steak. Tapi mengingat di Indonesia daging dan ayam biasanya diolah dengan air, masakan Indonesia juga berbumbu tajam, nggak terasa.

Tip#7: Masakan tumis yang dimasak saat lapar sebagai obat bosan

Gini:

Yg paling bisa men-stretch isi kulkas adalah masakan yang bisa dipanasi berulang, dibikin banyak sekalian, nggak masak lagi sampai yang itu habis. Jadi rumusnya memang mengurangi variasi dan menjadi anti-bosan. Dalam situasi ekstrim itulah yang harus kita lakukan.

Kita belum sampai di level itu. Semoga saja nggak sampai ke sana. Tapi melihat perkembangannya –menurut pembacaanku pribadi the worst is yet to come– mulailah menciptakan variasi menu dari masakan yang tetap enak meski hasil pemanasan dan masakan tumisan. Cari masakan-masakan tumisan favorit keluarga.

Top-Tip#1: Khususkan 1-2 masakan tumisan tertentu untuk saat-saat bosan. Siapkan 1-2 masakan ini tadi hanya setelah sekeluarga lapar, biarkan wanginya kemana-mana, pastikan nasinya hangat, buat dalam jumlah yang sekiranya langsung habis dalam satu kali makan.

Top Tip#2: Rasa enak masakan tumisan ada di bumbunya. Banyakkan bawang merah-putih dan cabenya kalau suka pedas. Mpon-mponan (lengkuas, sereh, daun salam dan daun jeruk) ngasih aroma wangi yang semerbak.

Tip#8: Ganti penyajian prasmanan dengan penyajian piringan

Yang selama ini terbiasa nyiapkan sewadah besar nasi, semangkok besar sayur, sepiring lonjor lauk utama, sepiring lonjor lauk tambahan dan sekeranjang buah di meja makan untuk dimakan bareng sekeluarga, hentikan dulu. Kembalilah ke kebiasaan itu setelah wabah berlalu. Untuk sementara ini tiru penyajian restoran; per orangnya dikasih satu porsi nasi-sayur-lauk di satu piring.

Top-Tip#1: Supaya nggak berasa jatuh miskin mendadak, tiap jam 10 pagi atau jam 5 sore, siapkan camilan dan teh/kopi/susu coklat di meja makan. Meski cuma dua keping biskuit Roma kelapa per orang, ditaruh di lepek cangkirnya teh, hidup berasa makmur. Lebih bagus kalau tiap jam 10 pagi atau jam 5 sore bikin camilan hangat.

Top-Tip#2: Bikin camilannya dari bahan-bahan lauk-sayur supaya anggaran belanja nggak bengkak. Sop-sopan, lumpia sayur dan bakwan sayur bahan-bahannya sama aja sebetulnya.

Tip#9: Tata isi kulkas (dan pantry)

Tiap orang bisa bikin sistem penyimpanannya sendiri. Secara umum yang namanya tertata punya ciri:

  • Semua terlihat mata
  • Dikelompok-kelompokkan
  • Punya spot khusus untuk bahan yg sebentar lagi busuk atau kadaluwarsa
  • Tersimpan dlm keadaan bersih dan siap olah
  • Disimpan dalam cara yang memanjangkan umurnya

Untuk men-stretch isi kulkas:

Satu: Sambil menyimpan, tulis semua yang bisa kita masak dari bahan-bahan yang ada. Di-brainstorm aja, nggak usah bingung dengan menu hari per harinya.

Dua: Tandai yang bahan-bahannya sudah lengkap atau andai nggak lengkap pun bisa di-skip.

Tiga: Tandai yang bahan-bahannya nggak lengkap, tulis bahan pelengkap apa yang hrs dibeli, simpan untuk daftar belanjaan berikutnya.

Empat: Saat lagi longgar, nyantai, pelajari daftar brainstorm tadi, susun jadi rencana menu hari per hari. Nggak hrs kaku ngikut rencana menu itu. Sesuaikan dengan perkembangan harian.

Top-Tip: Bikin rencana menunya jangan pas mau masak. Ngatur supaya yang ada di kulkas cukup buat 7-10 menu butuh brainpower.

Lima: Tiap kali ada yang sudah kemasak, coret dari rencana menu. Masak kali berikutnya, lihat isi catatan kita tadi, bukan isi kulkas.

Tip#10: Simpan bahan di kulkas –khususnya yang di freezer– dalam porsi-porsi satu kali masak

Ini soal sepele tapi menolong sekali di saat-saat seperti ini khususnya untuk bahan-bahan yang mulai langka. Kalau nggak yakin satu porsi masak itu seberapa, bagi aja porsian tukang sayur/pasar/supermarket jadi 2-4 bagian.


Kita sedang menjalani keseharian di tengah wabah yang bisa menyebabkan kematian. Dengan akal bisa dipastikan seluruh dunia berjalan menuju resesi ekonomi yang entah akan berlangsung berapa lama. Keras kepala mempertahankan kebiasaan belanja, masak dan makan kita selama ini sama dengan tidak pintar.

Ambil ini sebagai kesempatan membangun kebiasaan belanja, masak dan makan baru, yang lebih menguntungkan bagi keuangan rumah tangga; masak sendiri, make from scratch, makan apa yang ada dengan rasa syukur, makan untuk hidup bukan hidup untuk makan, nggak belanja dulu sebelum yang di kulkas habis, memastikan tidak ada yang terbuang, punya perspektif baru tentang bahan-bahan murah yang dikonsumsi kelas bawah.

Lebih bagus kalau karena wabah kita bisa punya kebun sayur.