Mengelola Biaya Sosial

Sebentar lagi Lebaran. Lebaran. Apa cuma aku yang pusing dengan besarnya biaya Lebaran? Kenapa Lebaran–terutama setelah menikah–selalu membuatku merasa miskin dan kurang? Ada 12 bulan dalam setahun. Hanya bulan Syawal yang bisa membuatku merasa seperti itu. Tulisan ini meluruskan perspektifku tentang berhubungan sosial. Cukup membantuku mengatasi perasaan miskin dan kurang di hari-hari menjelang Lebaran ini….

Hiburan Rumahan

Masih gadis dulu aku enteng nraktir teman dan murid. Sejak ngajar, kalau ulang tahun hampir selalu beli kue ultah buat dimakan rame-rame dengan murid. Pernah juga beli Nasi Bebek dan pizza buat dimakan rame-rame dengan teman kerja di kursusan. Nraktir makan di Hokben pernah, Pizza Hut pernah, McD pernah, kafe dekat rumah pernah. Yang kelas…

11 Ide Kado Tanpa Bungkus

Favoritku. Karena 4 alasan. Hampir nggak ada yang terbuang Menuntut kita untuk fokus di manfaat Memakai barang sehari-hari Dengan barang bekas pun bisa! Konsep gift basket nggak lazim di Indonesia. Itu malah credit point buatku. Memastikan pemberian kita menculek-culek mata. Solusi ketika pusing harus ngasih apa ke orang yang posisinya di atas kita, orang yang…

9 Ide Wadah Suvenir Nggak Biasa

Dikelilingi orang-orang yang menilai kita dari tas berkatan atau suvenir yang kita bagi-bagi pas hajatan sungguh menyulitkan. Tapi itulah orang-orang kita. Daripada merutuk mending cari cara ngesankan orang-orang ini tanpa buang-buang uang. Kalau di bagian#1 aku ngumpulkan ide bungkus kado yang bisa ‘ngangkat’ isinya, sekarang yang kukumpulkan adalah buah tangan yang harus kita siapkan dalam…

9 Ide Bungkus Kado Non-Kertas Kado

Minggu lalu adik iparku sambat. Tiga teman sekolah ponakan merayakan ulang tahun. Harus nyiapkan tiga kado sekaligus karena di tiga hari berturut-turut. Yang nggak pernah sambatan gini pasti baru pindah ke Indonesia. Atau, terlahir dengan DNA yang namanya Gen Anti-Sambat. Sebagai ibu rumah tangga pintar mari kita gunakan energi dan uang untuk mencari solusi berhemat…

5 Cara Mengoleksi Sambil Berhemat

I love collecting. Andai disposable income kami >Rp10.000.000 per bulan, aku akan serius membangun koleksi barang-barang vintage dan barang artisan. Kalau 10 kali lipatnya, ngoleksi barang antik. Percaya nggak percaya benda-benda ini punya jiwa. Di level perasaan beda dengan barang baru apalagi barang pabrikan yang diproduksi massal. Disposable income suamiku nggak segitu. Sering nggak sampai…