Master-Budget Bagian II: Menyusun Kategori

Hasil brainstorming di Bagian I sesungguhnya hanyalah potongan-potongan kecil berserak dari potret keuangan kita. Seperti potongan puzzle. Nggak ada artinya, nggak nunjukkan apa-apa. Untuk bisa dipakai “membaca” pola membelanjakan uang –yang nanti akan jadi pedoman kerja mempermak aliran keluar-masuk uang (itu termasuk mengoptimalkan pemasukan, mengendalikan pengeluaran dan menabung)– masih harus disusun dulu menjadi sebuah skema…

Master-Budget Bagian I: Brainstorm Pengeluaran

Aku bersaksi: Beda sekali output antara ngatur penghasilan untuk pengeluaran sebulan dengan ngatur penghasilan untuk pengeluaran setahun. Postingan ini adalah follow-up dari Tantangan Rajin Mencatat di Instagram. Kubuat berdasarkan pengalaman pribadi 2 tahun ini khusus untuk mereka yang niat memperbaiki keuangan rumah tangganya tanpa nambah penghasilan. Paling nggak bukan nambah secara dramatis. Langsung aja. Cara…

Seri Keuangan IRT: 3 Agenda IRT Biar Nggak Ngenes

Kali ini nyalahi kebijakan editorial yang kutetapkan sendiri untuk Seri Keuangan IRT. Nggak bisa berhenti mikir sejak dengar curhatan 2 orang IRT Amerika di The Dave Ramsey Show. Sangat mengganggu kedamaian jiwa(ku). Ada di situasinya IRT di 2 video itulah persisnya ketakutan terbesarku jadi IRT. Aku nggak takut suamiku kesana-kemari selingkuh atau nikah lagi atau…

Cara Bikin Anggaran Demi Program Menabung Agresif

Mungkin lebih tepatnya Cara Bikin Anggaran Demi Program Menabung Agresif Karena Kepepet. Contoh: sama adik-kakak dikasih waktu setahun ngumpulkan 25 juta buat nyusuk’i rumah warisan yang kita tempati. Kita nggak punya tabungan sama sekali. Selama ini nggak pernah bisa nabung. Tapi kalau kesempatan ini nggak kita ambil, adik-kakak sepakat menjualnya ke orang lain dengan harga…

Menabung Agresif Dengan Penghasilan Kecil

Dapat pertanyaan tentang menabung yang bikin mikir berhari-hari. Gini. Seorang pembaca berusaha mengatur penghasilan suaminya dengan rasio 50/30/10/10. 50% penghasilan untuk biaya hidup 30% tabungan DP rumah 10% tabungan lain-lain 10% biaya sosial. Yang ternyata sulit mencukupkan dengan rasio itu. Jatuhnya nggak bisa nabung. Ada 5 pengetahuan yang harus ada di kepala sebelum bisa menyisihkan…

5 Prinsip Kerja Menghemat Biaya Makan

Setelah gumbul dengan akun-akun #debtfreecommunity di Instagram, ada satu tren yang kulihat tersebar rata: pos pengeluaran yang pertama kali digarap adalah yang berhubungan dengan makan. Mereka yang berusaha membebaskan diri dari jeratan hutang & cicilan pasti beralih ke masak sendiri, berhenti mengandalkan bahan-bahan processed pabrikan dan menghentikan kebiasaan makan dan jajan di luar termasuk ngopi…

Produk Yang Kuhapus Dari Belanja Bulanan (Selamanya)

Sejak awal nikah sebetulnya sudah berusaha mangkas anggaran belanja bulanan tapi yang bisa kuhemat nggak banyak. Baru terasa selisihnya setelah kerja berhematku lebih sistematis: Menurunkan standar (menghindari merk-merk yang menguasai pasar). Untuk produk-produk tertentu beralih ke yang tanpa merk. Berhenti membeli produk non-esensial. Mencoret produk yang pemakaiannya kurang dari sekali seminggu dari daftar belanja bulanan….

Mengeluh Untuk Detox

Setelah menikah baru kulihat kelemahan tidak mengeluh karena terlahir dengan sifat menerima bak samudra (=dilempari apa aja ditelan) dan tidak mengeluh karena merasa nggak berdaya. Bukan berarti mereka yang nggak pernah mengeluh karena dua sebab itu nggak bisa menginginkan keadaan yang lebih baik lho ya. Tapi biasanya berhenti di pingin. Daya juangnya nggak ada. Dan…

Strategi Goal-Setting IRT (Plus Printable Worksheet)

Kenapa IRT butuh strategi khusus? Satu: Waktu, tenaga dan pikiran seorang IRT bukan milik dirinya sendiri. Apalagi kalau anak masih kecil-kecil, nggak ada ART. Mencapai tujuan selain meladeni anak dan suami harus melewati tingkat kesulitan berlapis-lapis. Dua: Makin besar tujuan, makin penting juga punya rutinitas. Dunia domestik nggak bisa dijadwal. Kita yang harus sangat lentur….