Menabung Agresif Dengan Penghasilan Kecil

Dapat pertanyaan tentang menabung yang bikin mikir berhari-hari. Gini. Seorang pembaca berusaha mengatur penghasilan suaminya dengan rasio 50/30/10/10. 50% penghasilan untuk biaya hidup 30% tabungan DP rumah 10% tabungan lain-lain 10% biaya sosial. Yang ternyata sulit mencukupkan dengan rasio itu. Jatuhnya nggak bisa nabung. Ada 5 pengetahuan yang harus ada di kepala sebelum bisa menyisihkan…

5 Prinsip Kerja Menghemat Biaya Makan

Setelah gumbul dengan akun-akun #debtfreecommunity di Instagram, ada satu tren yang kulihat tersebar rata: pos pengeluaran yang pertama kali digarap adalah yang berhubungan dengan makan. Mereka yang berusaha membebaskan diri dari jeratan hutang & cicilan pasti beralih ke masak sendiri, berhenti mengandalkan bahan-bahan processed pabrikan dan menghentikan kebiasaan makan dan jajan di luar termasuk ngopi…

Produk Yang Kuhapus Dari Belanja Bulanan (Selamanya)

Sejak awal nikah sebetulnya sudah berusaha mangkas anggaran belanja bulanan tapi yang bisa kuhemat nggak banyak. Baru terasa selisihnya setelah kerja berhematku lebih sistematis: Menurunkan standar (menghindari merk-merk yang menguasai pasar). Untuk produk-produk tertentu beralih ke yang tanpa merk. Berhenti membeli produk non-esensial. Mencoret produk yang pemakaiannya kurang dari sekali seminggu dari daftar belanja bulanan….

Mengeluh Untuk Detox

Setelah menikah baru kulihat kelemahan tidak mengeluh karena terlahir dengan sifat menerima bak samudra (=dilempari apa aja ditelan) dan tidak mengeluh karena merasa nggak berdaya. Bukan berarti mereka yang nggak pernah mengeluh karena dua sebab itu nggak bisa menginginkan keadaan yang lebih baik lho ya. Tapi biasanya berhenti di pingin. Daya juangnya nggak ada. Dan…

Strategi Goal-Setting IRT (Plus Printable Lembar Kerja Refleksi Diri)

Kenapa IRT butuh strategi khusus? Satu: Waktu, tenaga dan pikiran seorang IRT bukan milik dirinya sendiri. Apalagi kalau anak masih kecil-kecil, nggak ada ART. Mencapai tujuan selain meladeni anak dan suami harus melewati tingkat kesulitan berlapis-lapis. Dua: Makin besar tujuan, makin penting juga punya rutinitas. Dunia domestik nggak bisa dijadwal. Kita yang harus sangat lentur….

Menata Rumah Demi Berhemat

Menjalani hari demi hari dengan budget itu berat. Budget yang kumaksud di sini yang berorientasi jangka panjang, bukan yang sekedar memastikan gaji bulan ini cukup buat bulan ini. Ya bayangkan aja sendiri, tiap bulan sebelum gajian, uang belum di tangan, sudah harus kita bagi-bagi sekian buat ini, sekian buat itu, sebagian buat yang nggak bisa…

Filsafat Spongebob

Sudah bertahun-tahun berhenti nonton TV. Persisnya sejak kerja. Per 2001 nonton TV hanya buat nemani Hilda (ponakanku yang pertama), nemani suami (yg nggak bisa hidup tanpa TV), nemani Azka (ponakanku nomor 4) dan sekarang nemani Rafi. Padahal dulu mataku lengket ke layar TV. Terutama setelah TVRI bukan lagi satu-satunya saluran TV dan saluran-saluran TV swasta…

Menghemat Belanja Bulanan

Menghemat belanja bulanan pernah kusinggung sedikit sebelumnya. Di postingan kali ini akan kujelaskan secara rinci. Kita mulai dengan penyesuaianku di belanja bulanan saat harus berhemat ekstrim setahun lalu. Setelah itu baru penyesuaian saat berhemat moderat sekarang ini. Tolong, moderat di sini kalau diukur dengan standarku. Yang moderat bagi penghasilan 5 jutaan mungkin terasa ekstrim bagi…

Gantinya Shopping

Temanku kuliah ada bilang, “Kalau dah berumah-tangga, beli lipstick aja nggak bisa..” Bener! Gadisku dulu enteng jalan ke mal dengan teman, beli tunik yang setelah didiskon jadi 150 ribuan di Matahari, pulangnya sambang Hokben dulu. Sekarang mau beli Nasi Bebek 2 porsi di warung kaki lima dekat rumah aja mikir. Sepatu cuma ada satu, sol-nya…