3 Cara Membiayai Lebaran Tanpa Mengandalkan THR

Dengan hitung-hitungan matematika, THR-nya keuangan rumah tangga <10 juta per bulan jelas-jelas nggak sanggup membiayai Lebarannya orang Indonesia. Sebetulnya nggak perlu mumet andai THR hanya untuk baju baru, suguhan kue kering, makan istimewa setelah shalat Id dan silaturahim keliling kota di hari pertama dan kedua. Yang bikin nggak pernah cukup itu mudik, salam tempel, bagi-bagi…

Yang Bisa Kita Lakukan Saat Merasa Bernasib Buruk

Mungkin karena 100% kesulitan pribadiku berkenaan uang selama ini adanya di level psikis, bukan fisik, jadi sangat peka ke faktor-faktor psikologis dalam keuangan rumah tangga. Kusebut level psikis karena situasiku bukannya harus nahan lapar atau tidur di pinggir jalan. Jauh lah dari ujian berat serupa itu. Tapi di level psikologis pun tetap aja “melumpuhkan”. Mungkin…

Master-Budget Bagian IV: Membangun Hidup

Andai disodori ini artikel Juni 2011 aku nggak sanggup baca sampai habis. Dah pening di Prinsip#1. Tapi dari jungkir-balikku 8 tahun berumah-tangga, semua yang kuuraikan di bawah ini lah yang bisa merubah nasibku 5-10 tahun kemudian meski jodohku tetap operator forklift, pekerjaanku tetap ngajar Bahasa Inggris tanpa status PNS, orang tuaku nggak ninggali “villa” di…

Tampil Mahal Dengan Scarf Dan Selendang

Hidup di bawah tingkat penghasilan nggak terasa menyiksa bila kita punya yang kusebut Ilmu Ngangkat Derajat; Ilmu membuat segala sesuatu kelihatan lebih mahal dari aslinya, membuat segala sesuatu yang kita ‘pegang’ kelihatan lebih bagus dari awalnya. Aku nggak akan ngaku-ngaku master di bidang ini. Di lingkungan kelas atas ya kebanting. Kebanting dengan tanda seru. Hukum…

Master-Budget Bagian III: Kerja Matematika

Mari mulai mengutak-atik angkanya. Langsung praktek aja. Kita pakai pengeluaran suamiku dengan asumsi dia masih lajang. Pengeluaranku semasa gadis kusimpan untuk Bagian IV. Di bagian akhir postingan kutulis kapan cara ngatur pemasukan seperti yang akan kuuraikan di bawah ini efektif, kapan bisa dipastikan gagal. Langkah#1: Sisihkan Dulu, Belanjakan Sisanya Ini berarti merubah urutan keluarnya uang….

Membangun Gaya Hidup Sesuai (Atau Di Bawah) Tingkat Penghasilan Dengan Medsos

Berikut 3 aturan/kebijakan yang menentukan apa yang ku-share di medsos. Tiga ini yang justru menjadikan medsos pilar kekuatanku hidup sesuai tingkat penghasilan, mengkonfrontasi ekspektasiku sendiri akan uang dan gaya hidup ideal termasuk ngasih kekuatan nolak nuruti ekspektasi orang. Aturan#1: Niat mendulang like tapi yang tanpa perlu “mbayar” Yang kumaksud bukan beli follower dan like. Tegasnya…

Mengatur Keuangan Rumah Tangga Dengan Amplop

Kita mulai dengan mengapanya dulu. Mengapa IRT perlu tahu Sistem Amplop. Setelah itu baru kujelaskan cara kerja Sistem Amplop. Terakhir, apa yang harus diperhatikan agar sistem ini nggak bikin frustasi. Mengapa Sistem Amplop Alat utama membangun kekayaan adalah penghasilan. Kalau gaji suami kita yang pegang dan/atau kita sendiri punya penghasilan, berarti alat membangun kekayaan ada…

Master-Budget Bagian II: Menyusun Kategori

Hasil brainstorming di Bagian I sesungguhnya hanyalah potongan-potongan kecil berserak dari potret keuangan kita. Seperti potongan puzzle. Nggak ada artinya, nggak nunjukkan apa-apa. Untuk bisa dipakai “membaca” pola membelanjakan uang –yang nanti akan jadi pedoman kerja mempermak aliran keluar-masuk uang (itu termasuk mengoptimalkan pemasukan, mengendalikan pengeluaran dan menabung)– masih harus disusun dulu menjadi sebuah skema…

Master-Budget Bagian I: Brainstorm Pengeluaran

Aku bersaksi: Beda sekali output antara ngatur penghasilan untuk pengeluaran sebulan dengan ngatur penghasilan untuk pengeluaran setahun. Postingan ini adalah follow-up dari Tantangan Rajin Mencatat di Instagram. Kubuat berdasarkan pengalaman pribadi 2 tahun ini khusus untuk mereka yang niat memperbaiki keuangan rumah tangganya tanpa nambah penghasilan. Paling nggak bukan nambah secara dramatis. Langsung aja. Cara…